Rabu, 22 Februari 2017

HUBUNGAN FARMAKOGNOSI DENGAN ILMU-ILMU LAIN

Sebelum kimia organik dikenal, simplisia merupakan bahan utama yang harus tersedia di tempat meramu atau meracik obat dan umumnya diramu atau diracik sendiri oleh tabib yang memeriksa sipenderita, sehingga dengan cara tersebut Farmakognosi dianggap sebagai bagian dari Materia Medika. Simplisia diapotikkemudian terdesak oleh perkembangan galenika,
Pemurnian
Sifat Fisika
Sifat Kimia
Fitofarmaka
Fitomedisin
Identifikasi
Karakterisasi
Elusidasi Struktur
Spektrofotometri
sehingga persediaan simplisia di apotik digantikan dengan sediaan-sediaan galenik yaitu,
tingtur, ekstrak, anggur dan lain –lain.
Kemudian setelah kimia organik berkembang, menyebabkan makin terdesaknya kedudukan simplisia di apotik -apotik. Tetapi hal ini bukan berarti simplisia tidak diperlukan lagi, hanya tempatnya tergeser ke pabrik -pabrik farmasi, Tanpa adanya simplisia di apotik tidak akan terdapat sediaan-sediaan galenik, zat kimia murni maupun sediaan bentuk lainnya,misalnya: serbuk, tablet, ampul, contohnya: Injeksi Kinin Antipirin, Secara sepintas Kinina antipirin dibuat secara sintetis tetapi dari sediaan tersebut hanya Antipirin saja yang dibuat sintetis sedangkan kinina hanya dapat diperoleh jika ada Kulit Kina, sedangkan untuk mendapatkan kulit kina yang akan ditebang atau dikuliti adalah dari jenis Cinchona yang
dikehendaki.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar